It’s Okay to be Changed :)

Ada hikmah yang harus dipahami, saat realita bertolak dengan cita dan keinginan. Hidup memang selalu begitu. Penuh perubahan dan kemungkinan. Kita berjalan atas apa yang kita pilih dan putuskan, tapi kita tak bisa mengelak saat takdir menggerakkan kita ke arah sebaliknya. It’s okay to be changed :)) It’s okay when decisions that we make once turned to…

Tugas Peradaban Part #6: Antara Baiti Jannati & Warung Kopi

Malam ini tetiba saya menemukan sebuah paradoks setelah berbincang-bincang santai dengan teman-teman sekamar. Tentang sifat laki-laki yang sering kami amati dari sifat ayah-ayah kami  (dan suami-bagi yang sudah menikah). “Ohhh, ternyata hal itu yang membuat warung kopi selalu suka penuh sama bapak-bapak.” begitu bunyi paradoks yang kami simpulkan bersama. Pertama mari kita bahas tentang Baiti…

Pemenang Kehidupan: Decide How to Behave

Sebagai makhluk sosial, kehidupan kita tidak akan pernah lepas dari “berinteraksi dengan orang lain”. Menghadapi berbagai macam sifat orang menjadikan kita belajar banyak hal. Bagaimana cara kita memahami orang lain, memahami situasi, bersabar, mengambil udzur, mengalah, dst. Well, sebenarnya disini saya hanya ingin sedikit cerita bagaimana selama 6 tahun di Bandung ini, saya menemukan banyak…

Be Realistic: Jalan Menolak Zina Perasaan

Saya hanya ingin berbagi sedikit cerita tentang salah satu prinsip saya. Dari dulu ketika SD, saya pernah punya prinsip. “Aku gak mau dan gak akan pacaran sebelum lulus sekolah!” Prinsip ini seketika muncul di pikiran saya yang dulu masih kelas 6 SD. Sebagai seorang anak yang belum mengalami pubertas, melihat remaja yang menghabiskan waktu dengan…

Komunikasi

“Lihat bumi kalo dibandingkan dengan ukuran Bintang UY Scuti. Kecil banget, cuma setitik aja. Duuh, apalagi kita manusia, sangat sangat sangat kecil. tidak ada apa-apanya”, ucap saya saat nonton bareng video tentang perbandingan ukuran benda-benda langit di kelas 4 MI hari Rabu minggu lalu. “Ustadzah, berarti ukuran ‘Arsy lebih lebih gede lagi?” tanya Syafiq dengan…

Makhluk Perencana

Sedikit tersentil membaca postingan di facebook yang membicarakan tentang “keluarga ideal” Seperti apa sih keluarga ideal itu? Ayah dan ibu berpendidikan tinggi, hidup rukun dan harmonis, penuh cinta dan berkecukupan. Anak-anak cerdas, penurut dan sehat sentosa. Rumah luas nan nyaman lengkap dengan berbagai peralatan canggih dari pagar sampai dapur, kendaraan nyaman bagi setiap anggota keluarga…

Pelarian Paling Baik

Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag. She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she has found the book she wants. You see that weird chick sniffing the pages of…

Nama yang Ditakdirkan

“Allah telah menulis (di Lauhul Mahfudz) segenap takdir makhluk 50.000 tahun sebelum Ia menciptakan langit dan bumi”(HR. Muslim) Rezeki…. Sesuatu yang niscaya dimiliki oleh setiap jiwa. Telah Allah jamin dengan janji-Nya bahkan lima puluh ribu tahun sebelum langit diperkenalkan pada lautan. Mungkin, sekarang kita tidak tahu dimana rezeki kita berada. Kita terus sibuk mencarinya. Tapi…

Kembali Pulang….

Beberapa hari ini, hati terasa didera rindu ingin pulang ke rumah karena qadarullaah kurang lebih satu tahun belum pulang ke kampung halaman. #H-23 Maka, apakah kerinduan hati pada ke’pulang’an kita ke surga juga sudah memenuhi hatimu, wahai diri? Iya, pulang. Pulang ke kampung abadi. Tempat yang di dalamnya “tidak ada kekhawatiran terhadap mereka” dan “tidak…

Semua Bermula dari Shalat

Malam ini tetiba termenung. Sedikit bertanya-tanya tentang mengapakah seseorang dapat mengalami fase futur sampai – seakan-akan –membuat diri mereka tidak mengenal dirinya saat mereka masih sangat bertaqwa dahulu? Mengapa bisa sampai futur sedahsyat itu? Bagaimana mungkin orang yang kita tahu begitu lurus tetiba melenceng begitu jauh? Mengapa mereka bisa sampai terjatuh begitu dalam dan enggan…

Tugas Peradaban Part #5 – Mendewasa Bersama

Sedikit membelok dari bahasan sebelum-sebelumnya yang menyoal tentang aspek teknis. Kali ini mari sejenak menjeda kata, mencoba memahami sebuah penggalan frase “Mendewasa Bersama”. Berbicara tentang tugas peradaban, rasanya seperti tak bisa melepaskannya dari sebuah proses yang niscaya akan dilalui di dalamnya: Mendewasa Bersama. Ya, jauh lebih baik ketimbang frase menua bersama. Mendewasa bersama adalah sebuah…

Tugas Peradaban Part #4(2) – Mengarungi Kesesuaian Jiwa

Pembahasan sebelumnya bisa dibaca disini. Pembahasan ini adalah lanjutan dari pembahasan sebelumnya, masih di judul yang sama. 5. Cross-check Data Jangan pernah percaya dengan sesuatu yang kita dengar sebelum kita melakukan cross-check. Apalagi di zaman sekarang, orang bisa sangat mudah menipu dan memalsukan dalam penulisan CV dan latar belakang. Walaupun seseorang itu sudah mengaji dan bermanhaj…